Ahad, 14 Ogos 2011
Wahai Ali,
Ahad, 14 Jun 2009
TUNTUTAN DUA KALIMAT SYAHADAH
Kalimat Laailahaillallah merupakan tapak asas dalam ajaran Islam. Jika persoalan ini selesai, maka persoalan orang lain akan selesai pula. Kita perkatakan apakah kehendak kalimah ini.
Ucapan Laailahaillallah kalau dilihat di dalam kitab-kitab utama ada menamakan Kalimah Syahadah, Kalimah Tauhid, Kalimah Toyibah ataupun Zikir Utama.
Sebab dipanggil kalimat Laailahaillallah itu karena :
1. Merupakan Kalimah Syahadah atau kalimah peryaksian, yaitu siapa yang mengucapkan Laailahaillallah dia telah mengumumkan dirinya pada orang banyak bahwa dia orang muslim atau Islam.
2. Merupakan Kalimah Tauhid karena dalam kalimah itulah dibahas tentang Ke Esaan Zat Allah SWT.
3. Merupakan Zikir Utama karena dalam ajaran Islam itu ada bentuk zikir yang paling utama ialah kalimah Laailahaillallah. Barangsiapa yang mau masuk Islam harus menempuh pintu gerbangnya dahulu yaitu Laailahaillallah dan tidak sah dengan zikir atau lain-lain perbuatan.
4. Mengucapkan Kalimah Toyibah, kalimah yang baik karena kalau seseorang itu benar-benar mengucapnya dari hati, hati itu teguh dan dapat mencetuskan segala kebaikan kepada Allah SWT. Hati itu akan mendorong seseorang melakukan kebaikan.
Di dalam Al Quran Allah telah bandingkan kalimah Toyyibah ini dengan sebatang pohon yang akar tunjangnya kukuh di bumi membuat pohon itu teguh / kokoh. Ini sebagai isyarat dari Allah terhadap orang yang kuat imannya. Begitulah jika seseorang itu kuat imannya, bila datang ujian sebesar manapun baik ujian itu berbentuk nikmat atau penderitaan, orang begini bila diuji makin bertambah imannya. Diuji dengan nikmat, dia bersyukur kepada Allah. Bila diuji dengan penderitaan dia sabar dan redha. Itulah hasil dari kalimah Laailahaillallah, lahir dari hati seseorang.
Bagaimana dengan hati orang yang tidak dapat merasakan kalimah ini dari hati. Bila diuji dia akan tidak sabar. Kadang-kadang dapat durhaka dengan Allah dan menzalimi orang lain.
Jadi, sebatang pohon yang diibaratkan oleh Allah dengan akar tunjan yang kukuh bahkan batangnya kuat. Begitu juga dengan dahan-dahan, ranting-ranting, daun dan bunga, serta buahnya hingga menawan hati orang lain. Orang akan berteduh di bawahnya dan dapat makan buahnya pula. Ini artinya orang yang mengucap Laailahaillallah itu dari hati, dan jiwa yang sadar dan takut itu hingga dapat membangunkan segala kebaikan. Kebaikan yang dibuat bukan saja dapat manfaat bahkan orang lain juga dapat ikut merasakan. Itulah jalan yang sebaik-baiknya, seperti hadits Rasulullah SAW yang artinya :
“Sebaik-baik manusia itu dapat memberi manfaat kepada manusia lain”
Orang yang mengucapkan kalimah Laailahaillallah itu tidak lahir dari hatinya, maka dia tidak akan mampu mencetuskan kebaikan, bahkan orang lain tidak akan dapat manfaat darinya.
Sebenarnya tuntutan kalimah ini begitu banyak, sebanyak yang diminta oleh ajaran Islam. Sebanyak yang diminta oleh Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW. Diantaranya :
1. Siapa saja yang mengucapkan dua kalimah Laailahaillallah dari hatinya dia akan dapat membangunkan Al Quran dan Sunnah dari dalam dirinya, keluarganya, masyarakat, negara, dan alam sejagad.
Dalam satu sejarah pernah terjadi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “
“Barangsiapa yang berkata Laailahaillallah akan masuk Syurga”
Mendengar hadits itu Para Sahabat langsung sampaikan kepada Sahabat-Sahabat yang lain. Mereka tidak menunda-nunda untuk menyampaikannya karena mereka teringat hadits Rasulullah yang artinya :
“Sampaikan dariKu walau satu ayat”
Seorang Sahabat bila bertemu dengan Sayidina Umar dia langsung sampaikan hadits ini. Tiba-tiba dia kena tampar oleh Sayidinna Umar. Sahabat tadi agak terperanjat. Setelah mereka berfikir, siapa yang benar, siapa yang salah, akhirnya mereka berjumpa Rasulullah. Kata Rasulullah kedua-dua Sahabat ini betul. Apa buktinya ? Sahabat tadi sampai dia yakin dengan apa yang dikatakan Rasulullah itu benar. Pada Sayidina Umar pula, dia takut Sahabat tadi sampaikan hadits inni pada orang yang jahil, tidak paham tuntutan kalimah itu yang menyebabkan dia tidak buat amal lagi. Sedangkan yang lain asyik dengan zikir Laailahaillallah saja. Sebab itu awal-awal lagi Sayidina Umar tampar Sahabat tadi.
2. Tiada Tuhan yang disembah selain Allah.
Seluruh sikap dan perbuatannya hendak dijadikan ibadah dan dipersembahkan kepada Allah atau dengan kata lain hamba kepada Allah. Bukan saja pada ibadah-ibadah asas, tetapi juga pada ibadah-ibadah sunnat, sunnat muakad, sunat ghairu muakkad dan fadhoilul a’mal atau amalan utama. Bahkan perkara harus juga hendak dijadikan sebagai ibadah kepada Allah.
Ia tidak akan menjadi ibadah kalau tidak menempuh 5 syarat :
· Niat harus betul
· Pekerjaan yang dilakukan sah menurut syariat
· Pelaksanaan harus betul
· Hasilnya disalurkan ke tempat yang benar
· Jangan meninggalkan perkara yang asas
3. Tiada yang ditakutkan melainkan Allah.
Siapa yang mengucapkannya tiada lain yang dia takut melainkan Allah. Menurut keyakinan orang mukmin, yang memberi bekas adalah Allah. selainNya tidak, walau sebesar mapa sekalipun kuasanya. Firman Allah SWT yang artinya :
“Jangan kamu takut cercaan orang yang mencerca”
[Q.S. Al Maidah : 54]
Benarkah kita meletakkan Allah yang kita takut, selainNya tidak ? Kalau kita nilai sikap kita ini, banyak yang kita takut selain dari Allah. Contoh, kalau kita sedang bekerja, tiba-tiba datang dua perintah :
Perintah tuan
Perintah Tuhan
Bila masuk waktu shalat, manakah yang hendak kita dahulukan, selesaikan kerja atau shalat ???
4. Tiada yang dicinta melainkan Allah.
Sabda Rasulullah SAW yang artinya :
“Tidak beriman seorang kamu sehingga dia menjadikan Allah dan RasulNya paling dicintai dibandingkan selain daripadanya”
Jadi, Allah dan Rasul saja yang dia cinta. Kalaupun dia cinta keluarga, anak, isteri, harta dan sebagainya tidak sampai mengatasi cintanya kepada Allah dan Rasul. Sejauh manakah cinta kita kepada Allah selama ini ? Bagaimana kalau tengah kita tidur di waktu malam, tiba-tiba ayam yang kita sayang dicuri orang ? Berbanding dengan sengaja hendak bangun tahajud di tengah malam karena tanda cinta kita kepada Allah.
5. Tiada yang dia redho melainkan Allah. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW :
“Aku redho Allah sebagai Tuhan”
Allah saja yang dia redho sebagai Tuhan.
Apa tanda kita redho Allah sebagai Tuhan ??? Kalau sekedar mengaku di mulut saja kita ini redha Allah sebagai Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Orang kafir pun mengaku juga Allah sebagai Tuhan, tetapi mereka tidak redho Allah itu sebagai Tuhan. Firman Allah SWT yang artinya :
“Sesungguhnya jika kamu (Muhammad) tanya kepada orang kafir itu, siapa yang menjadikan langit dan bumi, niscaya mereka menjawab “Allah”.
Orang yang redho dengan Allah, walau apa Allah buat padanya, dia tetap mengaku Allah itu sebagai Tuhan walau apa yang dihajatinya tidak dapat.
6. Tiada tempat yang dia tawakal kecuali Allah. Allah lah tenpat dia menyerah diri, sesuai dengan ucapat Rasulullah SAW yang artinya :
“Kepada Engkau kami bertawakal”
Tawakal itu ada 4 :
· Tawakal pada diri
· Tawakal pada harta
· Tawakal pada orang
· Tawakal pada Allah
· Tawakal pada diri
Kita yakin kepada diri dapat berusaha untuk beri rezeki sebab badan masih kuat. Dia lupa Allah yang memberi kuasa, Allah yang memberi rezeki.
· Tawakal pada harta
Dia tidak bimbang karena sudah ada rumah sewa
· Tawakal pada orang
Dia yakin selagi orang itu beri bantuan padanya, dia tidak bimbang dengan rezeki. Sudah ada jaminan hidup diri dan keluarga.
· Tawakal kepada Allah
Dia tidak peduli orang bantu atau tidak, ada kerja atau tidak, dia tetap bertawakal pada Allah, bersandar pada Allah, menyerah diri pada Allah. Dia yakinn Allah saja yang memberi bekas. Inilah tawakal orang mukmin sejati.
7. Tidak ada hukuman kecuali Allah. Tidak ada undang-undang kecuali undang-undang Allah. Dia akan terima hukuman, undang-undang dari Allah saja untuk dirinya, keluarga, masyarakat, negara dan alam sejagad.
Jadi siapa saja yang tidak berhukum dengan hukum dari Allah, baik dirinya, keluarganya, masyarakatnya, ekonomi, negara dan alam sejagad dan lain-lain. Coba kita lihat firman Allah yang artinya :
“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah maka dia akan jatuh kafir”.
[ Q.S. Al Maidah : 44 ]
Firman Allah yang lain :
“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah dia akan jatuh zalim”.
[ Q.S. Al Maidah : 45 ]
Firman Allah yang lain :
“Barangsiapa yang tidak berhukum dengan hukum Allah dia akan jatuh fasik”.
[ Q.S. Al Maidah : 47 ]
Itu merupakan sebagian kecil saja tuntutan kalimah. Sebenarnya ada banya, sebanyak yang diminta ajaran Islam.
Jadi barangsiapa yang mengucapkan Laailahaillallah, jika kita melaksanakan tuntutannya berarti kita telah melakukan “Amru bil Ma’ruf wanahyu Anil Munkar”, mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Berjuang dan berjihad menegakkan Al Quran dan Sunnah dalam diri, keluarga, masyarakat, seterusnya negara dan alam sejagad.
Rabu, 10 Jun 2009
Doa penulis@blogger
Agar aku tidak riak dengan tulisanku
Biasanya menulis ini riak payah dielak
Sesetengah orang itulah yang dicari
Jadikanlah bidangku ini ibadah kepadaMu
Jauhkanlah hatiku ini dari mencari nama dan glamour
Apalah ertinya nama dan glamour jika Engkau murka
Apatah lagi di Akhirat sana, menyesal tidak berguna
Ikhlaskanlah hatiku Ya Allah, agar kerjaku ini jadi ibadah
Ya Allah, jadikanlah aku menulis
Sebagai salah satu bidang dakwah
Mengajak manusia membesarkan dan mencintaiMu
Aku berlindung denganMu
Agar tidak mengajak manusia memuja diriku
Aku tidak mahu semuanya itu Ya Tuhanku
RedhaMu itulah yang aku mahu
Tuhan, jadikanlah nasihat yang aku beri
Melalui tulisan ini untuk aku dahulu
Kemudian para pembaca yang membaca tulisanku ini
Aku berlindung denganMu
Daripada mendapat komersial dan nama
Tuhan, jagalah hatiku selalu
Biarlah aku menulis keranaMu
KeredhaanMu amat penting bagiku
Apalah ertinya pujian manusia terhadapku
Di Akhirat, aku dihukum dengan neraka
Ampunkanlah aku
(Adaptasi dari sajak Mursyid bertajuk : “Doa untuk Penyanyi”)
Dari group GISB,hayatilah & moga dapat amalkan doa ini sebelum kita mula menulis..
Khamis, 4 Jun 2009
"Aku terpesona dengan matamu yang cantik.."
Dalam kitab Jawahirul Bukhari mengisahkan Hasan Basri ketika mudanya adalah seorang yang sangat tampan. Dia sangat suka memakai pakaian yang cantik-cantik dan kegemarannya ialah suka berjalan-jalan di sekitar kota Basrah.
Pada suatu hari ketika Hasan Basri sedang berjalan-jalan, dia terpandang seorang wanita yang sangat cantik dan sangat menarik perhatiannya. Hasan Basri pun mengekori gadis tersebut.
Apabila wanita itu merasa ada orang mengikutinya maka dia pun menoleh ke belakang dan dia terpandang ada orang sedang mengikutinya.
Wanita itu lalu bertanya, “Wahai orang muda, adakah kamu tidak malu?”
Hasan Basri pun berkata, “Pada siapa harus aku malu?”
Wanita itu lalu berkata, “Malulah kepada Allah SWT yang Maha Mengetahui mata yang khianat dan apa-apa yang terdapat dalam hati.”
Hasan Basri tertarik kepada wanita tersebut dan terpendamlah rasa cinta dalam hatinya. Hasan Basri tidak dapat mengawal nafsunya, dia tetap mengikuti wanita itu dari belakang.
Apabila wanita itu melihat Hasan Basri terus mengikutinya, dia pun berkata, “Mengapa kamu terus mengikutiku?”
Hasan Basri berkata, “Sebenarnya aku terpesona dengan matamu yang cantik itu.”
Sebaik sahaja wanita itu mendengar kata-kata Hasan Basri, dia pun berkata, “Baiklah, oleh
kerana kamu cintakan mataku ini, maka aku harap kamu tunggulah di sini,. Sebentar lagi akan aku berikan kepada kamu apa yang kamu kehendaki.”
Setelah berkata begitu, wanita itu pun pergi. Dalam hati Hasan Basri berkata, “Nampaknya dia telah menerima cintaku.”
Maka duduklah Hasan Basri di tempat tersebut menanti kedatangan wanita itu.
Tidak berapa lama kemudian, datanglah seorang pembantu menghampiri Hasan Basri sambil memberikan sebuah kotak yang tertutup. Hasan Basri lantas membuka kotak tersebut dan dia sungguh terperanjat apabila melihat dalam kotak itu terdapat sepasang biji mata.
“Tuan puteriku berkata, dia tidak memerlukan mata yang menyebabkan terpesonanya seseorang itu.”
Apabila Hasan Basri mendengar kata-kata pembantu tersebut, maka gementarlah seluruh tubuhnya serta berdiri bulu romanya. Dia pun memegang jantungnya, dan berkata kepada dirinya sendiri, “Celaka betul kamu ini, sudahlah berjanggut akan tetapi masih tidak ada rasa malu.”
Setelah Hasan Basri menyedari kesalahannya itu, maka dia pun pulang ke rumah dan menangis semalaman kerana menyesali segala perbuatannya itu. Pada keesokan harinya Hasan Basri pergi ke rumah wanita itu untuk meminta maaf dan supaya wanita itu memaafkan kesalahan yang telah dilakukan.
Begitu saja dia menghampiri rumah wanita tersebut, dia terdengar suara tangisan kaum wanita. Hasan Basri pun bertanya kepada mereka dan dia diberitahu bahawa wanita itu telah meninggal dunia.
Hasan Basri tidak dapat menahan kesedihannya, dia pun kembali ke rumah dan menangis selama tiga hari tiga malam. Dia benar-benar menyesal akan kesalahannya serta bertaubat kepada Allah untuk tidak lagi menjadi lelaki yang tidak sopan.
Pada malam yang ketiga, Hasan Basri bermimpi bertemu dengan wanita tersebut. Wanita itu telah ditempatkan ke dalam Syurga.
Hasan Basri lalu berkata,”Wahai wanita yang cantik jelita, halalkanlah kesalahanku terhadapmu.”
Wanita itu berkata, “Sesungguhnya aku telah menghalalkan segala-galanya dan aku telah mendapatkan kebaikan yang banyak dari Allah SWT disebabkan kamu.”
Hasan Basri berkata lagi, “Berilah kepadaku satu nasihat yang baik.”
"Dengarlah nasihatku ini! Apabila kamu dalam keadaan sendirian, hendaklah kamu berzikir kepada Allah SWT setiap pagi dan petang, beristighfarlah, mohon ampun kepada Allah SWT dan bertaubatlah kepada- Nya.”
Akhirnya Hasan Basri melaksanakan segala yang dinasihatkan kepadanya sehingga dia menjadi orang yang masyhur di kalangan masyarakat dengan zuhudnya dan taat kepada Allah SWT dan dia memperoleh darjat yang tinggi lagi mulia di sisi Allah SWT serta menjadi wali kekasih Allah.
Seorang wanita telah mencungkil matanya disebabkan menjadi bahan fitnah. Tetapi hari ini wanita berlumba-lumba menunjukkan aurat mereka dengan mendedahkan apa yang dilarang oleh Allah SWT.
Apabila seseorang itu memandang seseorang dengan penuh rasa ghairah, maka sesungguhnya pandangan itu disertai syaitan. Tidak akan rugi bagi seorang wanita jika dia menutup auratnya, melainkan dia akan mendapat pahala di sisi Allah SWT, insyaAllah dia akan selamat dari segala macam fitnah.
Khamis, 28 Mei 2009
RENUNGAN UNTUK MANUSIA YANG MENGAGUNGKAN LOGIKA
#ulasan saya#Artikel ini saya dapat dari sebuah webgroup.Baru kita tersedar selama ini kita sudah tertipu dengan suasana.Sedang manusia sibuk memperkuatkan akal fikiran ,tapi hati nurani tidak disiram dengan iman dan taqwa,rupa-rupanya akal fikiran itu banyak yang menipu kita.Namun bagaimanapun bukanlah menafikan langsung penggunaan akal,cuma jangan sekadar menggunakan akal semata,tapi suluhlah juga dengan cahaya iman dan taqwa ,barulah ia selaras dengan syariat Tuhan itu.Rupa-rupanya memnag orang yang beriman lah orang yang paling cerdik di sisi Tuhan ,hasil hubungannya kuat dengan Tuhan ,Tuhan akan pelihara dirinya dari kesesatan dunia dan akhirat.
Khamis, 30 April 2009
1 soalan 10 jawapan
Soalannya: "Yang manakah lebih bermanfaat ilmu atau harta?"
" Tentulah ilmu" jawab Sayidina Ali.
" Apakah alasan tuan berkata dernikian?"
Sayidina Ali menjawab: "Ilmu itu pusaka ataupun warisan para Nabi sebaliknya harta itu pusaka Qarun."
Soalan: "Yang manakah lebih bermanfaat,ilmu atau harta? "
Sayidina Ali pun pun menjawab: "Tentulah iImu kerana ilmu itu menjaga dan memelihara kita, tetapi harta kita pula yang terpaksa menjaga dan memeliharanya."
Kali ketiga Sayidina Ali pun menjawab: "Tentulah ilmu kerana orang yang berharta banyak musuhnya seperti pencuri dan penyamun, dan sentiasa pula bimbang akan hartanya itu. Sebaliknya orang yang berilmu ramai sahabat dan sentiasa selamat. "
Jawapan keempat : "Ilmu lebih bermanfaat kerana harta jika selalu digunakan akan berkurangan, sebaliknya ilmu jika selalu digunakan akan bertambah. "
Jawapan yang kelima: "Ilmu lebih bermanfaat kerana orang berharta kerap dipanggil dengan gelaran bakhil atau cela. Tetapi orang berilmu sering dipanggil dengan nama yang baik dan mulia.
Jawapan yang keenam: "Ilmu lebih bermanafaat kerana harta perlu dijaga supaya tidak dicuri tetapi ilmu tidak perlu menjaganya daripada kecurian."
Jawapan ketujuh: " Ilmu lebih bermanfaat kerana harta akan dihisab kelak tetapi ilmu akan memberi syafaat."
Jawapan kelapan: Sayidina Ali tetap mengatakan " Ilmu lebih bermanafaat kerana harta akan rosak sekiranya disimpan tetapi ilmu tidak akan rosak walau selama manapun disimpan."
Jawapan kesembilan: " Ilmu lebih bermanafaat kerana harta mengeraskan hati tetapi ilmu melembutkan hati."
Dan jawapan yang terakhir untuk pembesar Yahudi yang kesepuluh Sayidina Ali tetap mangatakan ilmu lebih bermanfaat daripada harta kerana pemilik harta selalu merasakan dirinya hebat, malah ada yang merasakan dirinya Tuhan seperti Qarun. Tetapi pemilik ilmu selalu merasakan dirinya lemah dan hamba Allah.
Akhirnya sepuluh orang pembesar Yahudi itu berkumpul semula membincangkan jawapan yang diberi oleh SayidinaAli. Memang benarlah Sayidina Ali seorang yang tinggi ilmunya. Dengan kehendak Allah kesepuluh orang pembesar Yahudi itu pergi semula ke rumah Sayidina Ali untuk memeluk agama Islam.
Kata Sayidina Ali: "Jika datang lagi mereka kepada aku bertanyakan soalan yang sama, aku tetap akan memberikan jawapan yang berlainan sehingga akhir hayatku."
Khamis, 9 April 2009
Tiga Cahaya Di Hari Kiamat
Tiga Cahaya Di Hari Kiamat
Di hari kiamat ada tiga cahaya yang berlainan :
* Cahaya yang pertama seperti bintang-bintang.
* Cahaya yang kedua seperti cahaya bulan.
* Cahaya yang ketiga seperti cahaya matahari.
Apabila ditanya cahaya apakah ini ? Lalu dijawab :
"Cahaya yang pertama ialah cahaya wajah-wajah manusia yang
ketika di dunia, mereka akan meninggalkan pekerjaan dan terus bersuci dan
mengambil air sembahyang apabila terdengar azan.
Yang kedua ialah cahaya wajah mereka yang mengambil air
sembahyang sebelum azan.
Cahaya yang ketiga ialah cahaya mereka seperti matahari.
Mereka di dunia sudah bersiap sedia di dalam masjid sebelum azan lagi."
Kala Jengking Neraka
Di hari kiamat akan keluar seekor binatang dari neraka jahanam yang
bernama "Huraisy" berasal dari anak kala jengking.
Besarnya Huraisy ini dari timur hingga ke barat. Panjangnya pula seperti
jarak langit dan bumi.
Malaikat Jibril bertanya : "Hai Huraisy! Engkau hendak ke mana dan siapa
yang kau cari?"
Huraisy pun menjawab, "Aku mahu mencari lima orang.
*Pertama, orang yang meninggalkan sembahyang.
*Kedua, orang yang tidak mahu keluarkan zakat.
*Ketiga, orang yang derhaka kepada ibubapanya.
*Keempat, orang yang bercakap tentang dunia di dalam masjid.
*Kelima, orang yang suka minum arak."
Simpanlah baik2 amanat ini dan sebagai peringatan kita setiap hari.
Sampaikan kepada sekelian muslimin/muslimat yang lain semoga
menjadi pedoman hidup hingga keakhir hayat , Insya'Allah
Alangkah berbahagianya anda semua yang mempunyai anak lelaki dan dididik
pula melaungkan azan di masjid2 mahupun disurau2..Amin. Wasallam.
Semoga Allah merahmati kita semua dan mengampuni segala dosa2 kita yang
lalu dan hari ini. Azan adalah dakwah yang paling utama sekali kerana
ianya mengajak kita membuat kebaikan dan mengingati Allah swt. Secara
tidak sedar kita sentiasa didakwah sebanyak 5 X sehari. Cubalah hayati
setiap perkataan dan jawaplah seperti yang disarankan. Bagi orang yang
melaungkan azan pula jika dia berniat untuk seluruh alam (spt yang
disarankan oleh Allah kepada Nabi Ibrahim alaihisallam) muazin itu akan
mendapat pahala umat islam seluruh alam yang bersolat pada hari itu.
begitulah kelebihannya yang Allah beri. Wassallam.
ADAB MENDENGAR AZAN
Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa dan waktunya yang tidak kita
ketahui.Cuba kita amati. Mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal
tidak dapat berkata apa-apa.. lidahnya kelu, keras dan hanya mimik
mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut' . Diriwayatkan sebuah
hadis yg bermaksud: "Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika
tidak Allah akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya. "
Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan
berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang . Sebagai orang beragama
Islam kita wajib menghormati azan Banyak fadhilatnya . Jika lagu kebangsaan kita diajar
agar berdiri tegak dan diamkan diri.
Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri? Lantas sesiapa yang
berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak . Kita
takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita
tidak dapat mengucap kalimah "Lailahaillallah. ." yang mana sesiapa yang
dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn
izinNya menjanjikan syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama
menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidah ini tidak kelu
semasa nyawa kita sedang dicabut.
"Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik
lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah "Lailahaillallah. .."
semasa sakaratul maut menghampiri kami. Amin.. amin.. amin
Yarabbal a'lamin...."
Jumaat, 3 April 2009
TEGAS DENGAN PRINSIP
Begitulah yang dikatakan orang yang ada prinsip. Ia tidak dapat digugat oleh keadaan, dihalang oleh tempat dan dihentikan oleh suasana, kecuali ada kuasa yang menghalang ke atas dirinya. Sedangkan dia di waktu itu tidak ada daya dan upaya melawannya. Seperti dia ditangkap oleh musuhnya atau dia dibuang di suatu tempat yang dia tidak mampu melepaskan dirinya.
Maka terjadilah pada dirinya banyak hal dan amalan yang biasa dibuat tidak dapat dibuatnya oleh keadaan tadi yang tidak boleh dia melakukannya kecuali hanya di dalam hati. Ini ertinya sudah di dalam keadaan darurat.
Orang Islam yang tegas dan teguh dengan prinsip
Orang yang tegas dengan prinsip, dia tidak peduli apa orang kata, dia tidak fikir orang. Dia tidak malu-malu atau takut kepada sesiapa. Yang dia fikir, dia dengan Tuhannya. Kerana Islam itu benar-benar menjadi pegangan hidupnya, diyakini dan dihayati. Telah jadi mendarah mendaging. Telah sebati dan menjadi tabiat dirinya. Ia rasa Islam adalah hidup matinya hingga menjadi cita-cita perjuangannya. Kalau ada amalan-amalan Islam itu terlupa ia mengamalkannya, terlalu amat kesal dirasakannya dan tersangat tersinggung kalau ada orang yang menentang dan menghina agamanya. Oleh itu dia sanggup susah dengan Islam. Sanggup berkorban untuknya. Dia lebih sayang Islam daripada dirinya sendiri bahkan sanggup mati kerananya. Orang ini tidak akan boleh diugut-ugut atau dihalang. Namun dia tetap mencari jalan mengamalkannya dan memperjuangkannya sama ada Islam itu dapat diamalkan atau diperjuangkan atau dia mati kerananya.
Sebab-sebab seseorang itu tegas dengan prinsip/sebab-sebab seseorang itu ada prinsip
Orang Islam yang tegas dengan prinsip jumlahnya tidak ramai. Sekalipun para pejuang, pendakwah-pendakwah dan da`i-da`i. Kerana itu Islam amat susah diterima oleh orang ramai sebagai cara hidup. Lebih-lebih lagi orang kafir sangat takut dengan Islam.
Di antara sebab-sebab seseorang Islam itu tegas berpegang dengan prinsip atau di katakan orang ada prinsip ialah:
1. Kerana seseorang itu mendapat pendidikan yang betul dan baik. Mungkin bernasib baik berada di dalam keluarga yang kuat mempertahankan prinsip dan mendapat guru yang baik pula.
2. Islam yang dipelajari oleh seseorang itu sangat dihayati bukan sekadar ilmu atau mata pelajaran yang diwajibkan.
3. Seseorang itu ada mempunyai cita-cita. Islam bukan setakat untuk dirinya sahaja tapi inginkan agama Islam itu menjadi cara hidup di alam sejagat ini.
4. Kerana seseorang itu benar-benar faham tentang Islam, kemudian diamalkannya untuk diri dan keluarganya kemudian diperjuangkannya ke tengah masyarakat.
5. Kerana seseorang itu bernasib baik bertemu dengan jemaah Islamiah yang baik kemudian mendapat pemimpin yang baik yang boleh menyampaikan secara baik dan diberi pemimpin itu benar-benar boleh menjadi contoh peribadinya.
6. Seseorang itu berjiwa besar. Kerana rasa besar dan bangga dengan agamanya yang datang dari Tuhan yang Maha Besar dan Maha Agung. Dia rasa seronok mengamal dan memperjuangkannya.
