Sabtu, 29 Mei 2010

AKHLAK DENGAN ALLAH SWT


Adapun akhlak yang baik menurut ukuran Islam terbahagi dua:

1. Akhlak pada ALLAH.
2. Akhlak pada makhluk khususnya manusia.

Bentuk-bentuk akhlak dengan ALLAH di antaranya ialah:

1. Sabar atas kesusahan yang ALLAH timpakan. Kesusahan itu mungkin berbentuk sakit, miskin, kematian orang yang dikasihi, bencana seperti kebakaran, banjir, angin taufan atau kemarau dan lain-lain.
Semua itu adalah takdir yang mustahil dapat kita elakkan. ALLAH rasakan pada kita sebagai ujian hidup yang tidak boleh tidak mesti kita hadapi. Maka hendaklah kita menerima dengan sabar.

2. Redha dengan ketentuan ALLAH. Kita semua berharap untuk menjadi senang, pandai, cantik, berhasil dan bermacam-macam kesenangan hidup, tapi tidak selalu dapat dicapai. Itulah kehendak ALLAH. Dia berbuat mengikuti kehendak-Nya. Maka hendaklah kita redha dengan pemberian dari Zat yang maha bijaksana itu.

3. Tawakal pada ALLAH. Sebenarnya kerja dan usaha atau ikhtiar kita bukanlah penentu kejayaan yang kita harapkan. ALLAH memerintahkan kita berusaha atau berikhtiar hanya sebagai jalan atau sebab untuk mencapai kejayaan. Yang menentukan jaya atau gagalnya ialah kuasa dan kehendak ALLAH. Sebab itu usaha dan ikhtiar kita mestilah diiringi dengan rasa tawakal atau menyerahkannya pada ALLAH tanpa ragu dan bimbang.

4. Baik sangka dengan ALLAH. Sudah diketahui bahwa nasib apa saja yang menimpa kita atau orang lain adalah pemberian ALLAH. Buruk atau baik semuanya takdir dari ALLAH. Kita sebagai hamba yang lemah dan bodoh mesti menerima baik setiap yang ditakdirkan dan berbaik sangka dengan ALLAH bahwa ALLAH yang Maha Bijaksana itu, mustahil akan melakukan sesuatu yang tidak berguna (sia-sia) atau merugikan hambanya. Bukanlah sifat ALLAH suka menyiksa hamba ciptaan-Nya. Ia hanya menguji dan mengajar hamba-Nya.

Kalau kita mempunyai sangka jahat pada ALLAH, itu adalah dosa besar, sebagaimana firman-Nya :

“Sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa.“(Al-Hujurat : 12)

5. Malu dengan ALLAH. Kalau kita melakukan satu kesalahan dan kesalahan itu kelihatan oleh orang lain, akan timbul rasa malu dan kesal di hati kita. Begitulah sepatutnya perasaan kita dengan ALLAH. Kita malu pada ALLAH untuk membuat dosa dan kesalahan, sebab ALLAH senantiasa melihat dan memperhatikan setiap pekerjaan yang kita lakukan. Dan kalau tanpa sengaja membuat dosa hendaklah timbul rasa kesal yang teramat dalam dan malu yang sebenarnya di samping segera bertobat, memohon ampun pada ALLAH SWT.

6. Syukur pada nikmat pemberian ALLAH. Setiap kali kita mendapat kejayaan, keuntungan dan nikmat hidup apapun hendaklah kita rasa bahwa itu adalah pemberian ALLAH, bukan buatan kita sendiri. Oleh kerana itu berterima kasih atau bersyukurlah pada ALLAH. Dan banyakkanlah sembah sujud, tasbih dan tahmid kita padanya serta menggunakan nikmat itu sebagai alat untuk lebih berbakti dan bertakwa padanya. Jangan sayang untuk mengorbankan sedikit dari nikmat itu untuk agama, masjid, rumah ibadah, pengajian atau fakir miskin.

7. Takut pada ALLAH. Semua manusia mempunyai rasa takut. Takut pada segala hal yang berbahaya dan mengancam keselamatan dirinya. Bagi orang yang berakhlak dengan ALLAH, dia hanya takut pada ALLAH, sebab hanya ALLAH yang dapat menentukan nasib dirinya. Sedangkan yang lain, walaupun sekuat dan sehebat apapun, adalah makhluk ALLAH yang tidak memiliki kebolehan dan kekuasaan apa-apa kalau tidak dengan izin ALLAH. Dengan keyakinan itu manusia tidak pernah gentar untuk memperjuangkan hukum-hukum ALLAH. Tidak takut pada ancaman, cemuhan, fitnah dan penghinaan dari manusia. Dia hanya takut pada ancaman ALLAH atau penghinaan dan hukuman dari ALLAH.

8. Rendah hati, merasa diri hina, dan lemah. Yang kuat dan hebat ialah ALLAH.

9. Rasa qana’ah, merasa cukup dan memadai dengan apa yang ada. Itulah salah satu bentuk-bentuk akhlak dari manusia kepada ALLAH.

Akhlak itu terpancar dari hati yang beriman dan kuat beribadah pada ALLAH. Akhlak adalah tanda menunjukkan pribadi seseorang. Tanpa akhlak itu manusia dikatakan biadab dengan ALLAH. Atau dengan kata lain manusia itu telah kurang ajar dengan ALLAH. Alangkah hinanya seseorang yang mendapat gelaran itu.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...